Evra Berdamai Dengan Suarez

Posted by agenbola | Berita Cyber | Saturday 22 October 2016 5:58 am

Sepertinya saat ini Partice Evra sudah mulai melupakan akan perseteruannya dengan salah satu striker anyar milik FC Barcelona asal Uruguay, Luis Suarez.

Hal tersebut terjadi setelah Suarez berhasil mendapatkan penghargaan sepatu emas, di mana pada saat itu juga Evra langsung memberikan ucapan selamat kepada Suarez, melalui via media sosial pribadi miliknya.

Pada saat Suarez masih mengenakan seragam kebesaran dari Liverpool FC, ia pernah mendapatkan hukuman dari Federasi sepak bola Inggris (FA) dengan larangan bermain sebanyak delapan kali, hal ini terjadi di sebabkan karena ia melakukan sebuah ejekan yang sangat rasial sekali kepada Evra yang di saat itu masih menjadi bagian dari Manchester United.

Hal tersebut terjadi pada saat pertandingan lanjutan Liga Inggris yang mempertemukan Manchester United vs Liverpool FC yang berlangsung di Anfield Stadium, tanggal 15 Oktober 2011 yang lalu.

Situasi tersebut semakin terasa sangat memanas sekali, di saat Suarez menolak untuk bersalaman dengan Partice Evra pada saat pertemuan kedua antara United dengan Liverpool.

Akan tetapi sepertinya Evra tidak ingin masalah ini terus berlanjut, atau dapat di bilan ia tidak ingin bermusuhan lagi dengan Suarez, hal ini terlihat pada saat Luis memenangkan penghargaan sepatu emas tahun 2016, pemain sepak bola asal Prancis tersebut ini langsung memberikan ucapan selamat kepada striker tim nasional Uruguay tersebut.

Walaupun ucapannya tersebut hanya di buatnya melalui akun Istagram pribadi milikinya, sepertinya hal tersebut sudah memperlihatkan kepada kita bahwa Evra memiliki keinginan untuk dapat berdamai dengan Suarez.

“Suarez, anda memang merupakan salah seorang pemain sepak bola yang sangat tangguh, dan juga nomor sembilan memang sangat cocok sekali untuk anda. Selamat untuk anda, saya sangat mencintai akan perminan ini!” Tulis Partice Evra di dalam sebuah keterangan yang ada di dalam foto instagramnya.

Penghargaan sepatu emas yang di dapati oleh Suarez di karenakan ia sukses menciptakan 40 buah gol untuk Barcelona di musim lalu. (FD)

Bagi Ayah, Buffon Sama Dengan Lev Yashin

Posted by agenbola | Berita Cyber | Friday 21 October 2016 5:35 am

Nama dari salah satu penjaga gawang terbaik yang ada di dunia saat ini, yakni Gianluiggi Buffon, mendapatkan suatu sanjungan yang besar dari ayahnya.

Kiper andalan bagi I Bianconerri tersebut di nilai oleh sang ayah bahwa ia memiliki gaya permainan yang sama sekali dengan apa yang telah di miliki oleh Penjaga gawang lengedaris dunia yang berasal dari Uni Soviet pada era 1960-an, bernama Lev Yashin.

Jika di lihat dari umur yang telah di miliki oleh Buffon, usianya yang 38 tahun sudah di bilang tidak muda lagi bagi dunia sepak bola. Walaupun seperti itu, usia yang sudah senja tersebut bukanlah suatu hal yang menjadi penghalang bagi seorang Buffon untuk dapat bisa terus menunjukan penampilan yang impersif.

Terlihat dari pertandingan di kala Juventus FC mendapatkan kemenangan tipis 1-0 atas lawanya Olympique Lyon pada pertandingan lanjutan babak penyisihan Grup H Liga Champions, di mana ia sukses tampil sebagai seorang pahlawan untuk I Bianconerri.

Di pertandingan tersebut Gigi (nama sapaan untuk Buffon) ia berhasil menahan akan tendangan penalti yang di lesatkan oleh striker andalan dari Lyon, Alexandre Lacazette melalui titip penalti, dan dua buah peluang emas dari Corentin Tolisso dan Nabil Fekir.

Banyak yang memberikan pujian atas performa yang telah di perlihatkan oleh Buffon, termasuk sang ayah yang bernama Adrian Buffon, yang menyebutkan bahwa anaknya bermain seperti Lev Yashin.

“Pada saat ia menhalang tendang dari Fekir, ia bermain sepeti di saat ia masih berusia 20 tahun.” Kata Adrian Buffon, seperti yang telah di beritakan oleh La Gazzetta dello Sport.

“Pada saat ia dalam posisi terjatuh untuk mendapatkan bola, ia mengingatkan saya kepada salah satu kiper legendaris dunia yang berasal dari Uni Soviet, Lev Yashin.” Tambahnya.

Yashin adalah penjaga gawang yang sangat di andalkan oleh Uni Soviet untuk periode 1954 sampai 1974, namanya menjadi sangat hebat di kala ia sukses membantu negeranya untuk memenangkan Piala Dunia tahun 1960, dan mendapatkan mendali emas Olimpiade tahun 1956.

Ia juga merupakan sosok kiper yang hanya satu-satunya berhasil mendapatkan gelar pemain terbaik dunia (Ballon d’Or) di tahun 1963. (FD)

Rudi Latih Marseille

Posted by agenbola | Berita Cyber | Friday 21 October 2016 5:33 am

Rudi Garcia di ketahui bahwa pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2016 yang lalu, ia secara resmi telah memutuskan kontrak kerja samanya dengan kubu AS Roma, dan pada hari yang sama juga ia juga langsung mendapatkan pekerjaan yang baru dengan menjadi pelatih dari salah satu tim sepak bola yang berlaga di kompetisi Ligue 1 Prancis, yakni Olympique Marseille.

Pelatih yang pada saat ini usianya sudah berusia 52 taqhun tersebut ini meninggalkan jabatannya sebagai pelatih untuk Francesco Totti dan kawan-kawan pada bulan Januari tahun 2016 yang lalu, dan posisinya tersebut langsung di gantikan oleh eks pelatih lama dari Roma yang bernama Luciano Spalletti.

Walaupun demikian, hubungan yang terjalin antara AS Roma dengan Rudi Garcia sendiri di ketahui tidak langsung berhenti, di mana pelatih berkebangsaan asal Prancis satu ini mengambil keputusan untuk memutuskan kontraknya dengan kubu I Giallorossi pada hari Kamis semalam.

Setelah dirinya saat ini telah putus kontrak dengan Roma, Gacia pun lansung mendapatkan tawaran dan menerima tawaran yang di ajukan oleh kubu Marseille kepadanya, dan ia pun melanjutkan karirnya sebagai pelatih bersama Marseille dengan menggantikan Franck Passi.

“Rudi Garcia pelatih berusia 52 tahun telah memberikan tanda tanganya kedalam kontrak kerja sama dengan durasi kontrak selama tiga tahun. Dan ia akan akan langsung berkerja para hari Jumat.” Bunyi pernyataan resmi dari kubu Olympique Marseille.

Torehan yang ciamik sukses di perlihatkan oleh seorang Rudi Garcia pada saat ia masih berkarir sebagai pelatih di Prancis, di mana dari tahun 2008 sampai 2013, ia berhasil memberikan gelar juara Ligue 1 Prancis dan Coupe de France di musm 2010/2011 untuk tim lamanya yakni Lille.

Setelah itu ia pun mendapatkan tawaran dari Roma di tahun 2013, dan ia juga sukses membuat serigal Roma menduduki peringkat kedua dalam dua musim secara berturut-turut.

“Di saat saya bertemu langsung dengan Garcia, ia menyatakan bahwa ia tengah mencari sebuah tim yang bisa membantunya untuk memenangkan gelar juara Liga Champions, dan bagi saya ia merupakan orang yang tepat untuk tim kami.” Kata Frank McCourt, selaku sebagai pemilik dari Marseille. (FD)

Rvp Merasa Di Tipu Oleh Fergie

Posted by agenbola | Berita Cyber | Friday 21 October 2016 5:33 am

Eks pemain dari Manchester United asal Belanda yang pada saat ini dirinya telah berkarir di Turki bersama Fenerbache, Robin Van Persie, menyatakan bahwa dirinya pada saat ini merasa telah di bohongi oleh mantan pelatih lamanya yakni Sir Alex Ferguson pada saat dirinya baru-baru berseragam kebesaran dari The Red Devils.

Menurut striker berdarah Belanda tersebut ini berpikir bahwa pelatih berkebangsaan asal Skotlandia tersebut pasti bisa menjadi pelatih dari Manchester United untuk beberapa musim lagi.

Rvp di daratkan ke Old Trafford dari Arsenal FC pada jendela bursa transfer musim panas tahun 2012 yang lalu, yang mana pada musim pertamanya tersebut ia sukses membantu tim satu kota dengan Manchester City tersebut ini untuk memenangkan gelar juara Liga Inggris.

Namun, sangat di sayangkan sekali yang mana kebersamaannya dengan Opa Fergie tidak dapat berlangsung dengan lama, di mana pada akhir musim dari 2012/2013 Sir Alex Ferguson memutuskan untuk pensiun.

Dengan hal tersebut, membuat dirinya menilai bahwa andai saja Ferguson tidak mengambil keputusan tersebut, maka sampai saat ini dirinya masih menjadi bagian dari Dream Theater.

“Saya dan anda pastinya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika saya sampai saat ini Sir Alex Ferguson masih tetap berada di Old Trafford, maka saya juga masih akan mengenakan seragam dari Manchester United sampai saat ini.” Kata Robin Van Persie seperti yang telah di beritakan oleh The Guardian.

“Pada saat saya telah resmi menjadi bagian mereka, ia menyatakan kepada saya bahwa ia akan bertahan dengan waktu beberapa tahun lagi. Namun, seperti yang saya bilang sepak bola adalah suatu hal yang tidak bisa di tebak akan bagaimana dari akhirnya, anda harus dapat bersiap diri dengan menerima akan apa yang terjadi selanjutnya.” Tambah striker asal Belanda tersebut.

Karir dari Robin van Persie sendiri bersama tim barunya yakni Fenerbache di ketahui berjalan dengan cukup baik, karena sampai saat ini juga ia masih menjadi sosok pemain yang sangat penting sekali bagi salah satu tim raksasa asal Liga Turki tersebut. (FD)

Roy Keane Angkat Bicara Soal Aguero

Posted by agenbola | Berita Cyber | Friday 21 October 2016 5:31 am

Roy Keane yang di ketahui bahwa pada saat ini dirinya telah menjadi asisten pelatih dari tim nasional Irlandia, angkat bicara akan keputusan yang telah di ambil oleh Josep Pep Guardiola selaku sebagai pelatih dari Manchester City atas keputusannya untuk tidak memainkan Sergio Kun Aguero pada saat berhadapan dengan FC Barcelona.

Roy Keane menanggap bahwa jika saja striker berdarah asal Argentina tersebut ini di berikan kesempatan untuk tampil di laga tersebut, maka pastinya akan menjadi suatu ancaman yang sangat besar sekali bagi kubu Barcelona.

Di mana pada saat pertandingan tersebut berlangsung, nama dari Aguero secara mengejutkan tidak di masukan ke dalam skuat starting line up dari Manchester City, ia di mainkan sebagai sosok pemain pengganti tepatnya pada menit ke 79, menggantikan Gundogan.

Terdapat suatu sudut pandang yang lain bagi seorang Guardiola untuk mencadangkan Aguero pada saat itu, yang mana pelatih asal Spanyol ini memutuskan untuk memainkan banyak pemain yang berposisikan sebagai gelandang ketimbang untuk memainkan sosok penyerang pada saat itu.

Alasannya ialah dengan memainkan banyak gelandang maka hal tersebut akan dapat membuat keseimbangan yang pas untuk meladeni serangan yang akan di berikan oleh Barca. Ternyata akan apa yang telah di buat oleh seorang Guardiola tersebut, membuat sukses melayani permainan dari Barca cukup baik sekali.

Akan tetapi pada lini depan mereka tidak terdapat sosok seorang pemain serang yang haus akan gol, di mana banyak peluang yang tercipta namun tidak dapat di selesaikan dengan baik. Jika di lihat dari sejarah yang telah di torehkan oleh seorang Kun Aguero, di mana ia sudah sebanyak 14 kali melakukan gol ke gawang Barcelona.

Namun, apa boleh buat FC Barcelona memang masih tetap mendominasi akan jalannya pertandingan, sehingga pada akhr pertandingan City tumbang oleh lawannya Barca dengan skor akhir 0-4.

“Aguero pemain yang sangat di andalkan oleh City, ia telah menjadi ancaman yang sangat besar sekali bagi Barca, tetapi ia di cadangkan, namun semuanya ini kembali kepada pelatih dan ia memiliki alasan yang tepat untuk memainkannya.” Kata Roy Keane. (FD)

« Previous PageNext Page »

Demo Title

Demo Description


My first Popup

This will close in 20 seconds