Kejadiannya berawal di Bar Madame Koo tgl 22 September 2010. Kedua bersaudara itu berada di bar setelah pertandingan Sunderland. Dalam rombongan Bramble ada lelaki bernama Simon Pharoah yang membantu gadis itu mengantarkan rekannya yang mabuk kerumahnya di daerah Jesmond. Lalu gadis itu menyetir mobil mengantar Pharoah kembali ke hotel dan menerima tawarannya untuk masuk ke kamarnya. Sebelum pergi tidur di satu tempat tidur bersama Pharoah yang berkulit putih, gadis itu sempat berbicara dengan rombongan Bramble di ruangan hotel. Ketika bangun dia mendapati sudah ditindih Tesfaye Bramble. Gadis itu shock dan berontak lalu lari sambil menangis meninggalkan hotel.
Sedangkan Tesfaye Bramble mengatakan hubungan seks itu dilakukan atas dasar suka sama suka, Tifus Bramble pun membela sang kakak dengan mengatakan biasanya gadis-gadis itu kembali ke hotel adalah dengan tujuan seks apalagi bertemu di bar dan mau diajak ke hotel. Namun sayang juri tetap menganggap Tesfaye Bramble telah melakukan perkosaan dan dia bisa diancam hukuman penjara. Vonis akan dijatuhkan pada tgl 15 Agustus 2011. AGEN BOLA. (gambar atas tifus bramble dan kakaknya).