“Kami telah menanyakan kepada semua pihak dari internal maupun yang telah bekerja sama dengan pihak UEFA. Tak ada tindakkan rasis saat laga masih berjalan” ungkap Rui. Fans dinilai meniru suara monyet yang berbunyi “Kun Kun Kun” akan tetapi, teriakan tersebut diperjelas bahwa teriakan tersebut bukan yang dimaksud melainkan dukungan kepada salah-satu pemain Porto yakni Hulk menurut pantauan Situs 1GOM . “Ini sungguh tidak masuk akal, Kun dan Hulk adalah apabila diteriakkan adalah kata-kata yang cukup mirip” lanjutnya.
Rui menilai bahwa dari teriakan tersebut pihak Porto juga merasa bingung bahwa hal tersebut adalah sebuah dukungan atau aksi rasis seperti yang dituduhkan. “Kami memiliki banyak pemain yang datang dari berbagai macam latar belakang. Akan tetapi, selama ini pemain-pemain kami tidak melakukan aksi rasis dan saya bangga itu” tegas Rui kepadaSitus 1GOM . Meski telah dituding melakukan rasis, Rui sendiri mengaku bahwa dirinya sangat terkejut atas tuduhan yang dilontarkan oleh pihak City. (GB)